ITB Juara 1 LSI Design Contest 2006:

Tugas Kuliah yang Mengantarkan Kemenangan Sang ‘Arjuna’ di Okinawa

Keberhasilan tim Arjuna yang beranggotakan Albert Tumewu, Pardi Banjarnahor dan Arthur Parsaoran Stiga, mahasiswa STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB yang mendapatkan Special Feature Award on Creativity And Originality dalam The 9th LSI Design Contest in Okinawa 2006 pada hari Jumat,17 Maret 2006 di Okinawa, Jepang tentu sangatlah membanggakan ITB.

Siapa sangka prestasi ini berawal dari tugas kuliah EL4015 Perancangan Sistem VLSI (Very Large High Speed IC) di STEI ITB dan kemudian dikirimkan panitia lomba pada bulan Januari 2006. Sarwono Sutikno, Dr.Eng. CISA maupun Dr. Trio Adiono selaku pengajar mata kuliah ini, menjadikan tema perancangan LSI Design Contest 2006 di Okinawa sebagai Proyek Perancangan di kelas EL4015-01 dan EL4015-02.

Tema perancangan selalu berpusat pada komponen inti Multimedia-Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tahun lalu temanya adalah Penerima FM Digital, sedangkan dua tahun yang lalu temanya adalah bagian Sandi AES yang banyak digunakan dalam electronic commerce dan wireless.

Sekilas tentang LSI Design Competition 2006

LSI Design Contest in Okinawa merupakan bagian acara tahunan sejak tahun 1998 untuk mendukung industri dan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi serta membangun peran serta Okinawa Prefecture dalam kerangka Okinawa sebagai Multimedia-Information Communication Technology Island. Sedangkan LSI Design Contest ke-9 tahun 2006 mengusung tema perancangan Dekoder Iteratif Kode Koreksi Error Dua Dimensi.

Final LSI Design Contest in Okinawa diikuti sepuluh tim dengan rancangan terbaik dari sekitar seratus kelompok mahasiswa perguruan tinggi Jepang maupun luar Jepang seperti Korea Selatan, Vietnam, Spanyol, Iran, Jerman, Indonesia dan Kanada. Menariknya, tim ITB seluruhnya beranggotakan mahasiswa program Sarjana sedangkan tim yang menjadi finalis lainnya adalah mahasiswa program Master.

Dukungan yang Luar Biasa

Menurut Albert, prestasi tertinggi yang pernah diraih ITB dalam seluruh keikutsertaannya di LSI Design Contest, tidak terlepas dari dukungan lingkungan civitas ITB maupun pihak di luar ITB.

Acungan jempol pertama ditujukan untuk para pengajar, terutama duet Sarwono Sutikno dan Trio Adiono. Berkat kejelian Sarwono Sutikno, yang menemukan suatu kompetisi perancangan LSI bagi para mahasiswa Teknik Elektro pada tahun 2003, selalu saja ada wakil dari ITB yang diundang ke final di Okinawa. Dan sejak tahun ajaran 2005-2006. Trio Adiono selalu mendorong mahasiswanya untuk mengirimkan hasil rancangannya ke Okinawa dengan cara membuat final project kuliah VSLI yang bersesuaian dengan topik yang akan diperlombakan.

“Kuliah VLSI menjadi lebih menantang dan lebih aplikatif, dengan adanya iming-iming kesempatan pergi ke Okinawa. Apalagi biasanya final project kuliah VLSI diselaraskan dengan topik yang sedang diperlombakan. Dan dengan cara seperti ini, jumlah peserta dari Indonesia yang mengirimkan hasil rancangannya ke Jepang semakin banyak dan membuat kompetisi ini semakin kompetitif ”menurut pengakuan Albert.

Tak terlepas dukungan moril dan materil yang telah diberikan oleh berbagai pihak terutama STEI ITB dan ITB Pusat, serta PT Indosat Tbk dalam mendukung keberhasilan tim Arjuna di Okinawa, Jepang patut dijadikan contoh kontribusi yang saling menguntungkan antara pihak akademisi dan industri Indonesia demi menambah daftar panjang prestasi anak bangsa di mata dunia.(intan)

One Response to “ITB Juara 1 LSI Design Contest 2006:”

  1. krisna Says:

    komentarku sama dengan komentar di dua berita setelah ini…

    komen no 2 dan 3 itu tidak pantas masuk di sini… apa gak dibuat bulletproof ya?